Jajanan Anak Sekolah

Berbicara mengenai jajanan anak sekolah, dalam sehari anak-anak bisa menghabiskan waktu 5-8 jam berada di sekolah. Maka, anak-anak di sekolah punya banyak kesempatan untuk jajan makanan sembarangan.

Namun, di saat yang sama, sekolah juga jadi wahana bagi anak untuk makan makanan dengan gizi baik. Maka guru memegang peranan penting dalam edukasi gizi siswa di sekolah. Salah satu cara mencegah anak-anak untuk tidak jajan sembarangan adalah :

 

 

dengan membuat aturan dilarang jajan di luar lingkungan sekolah, namun cara itu akan lebih berhasil jika didukung oleh peran serta orang tua. Karena walaupun pihak sekolah sudah melarang, kalau tidak ada peraan aktif orang tua sama saja.

Salah satu cara menghindarkan anak-anak dari jajan sembarangan adalah dengan membawakan mereka bekal makanan atau snack untuk di bawa ke sekolah.

Manfaat membawa bekal snack untuk anak :

1. Dapat menyediakan nutrisi yang dibutuhkan anak

Penting bagi anak untuk memperoleh makan siang yang sehat karena makan siang dapat memenuhi 1/3 kebutuhan kalori anak. Anak yang sudah terbiasa menerima makan siang yang sehat memiliki asupan zat gizi yang lebih tinggi, dibandingkan dengan anak yang tidak menerima makan siang yang sehat.

Pada masa pertumbuhan ini, anak membutuhkan banyak zat gizi penting, seperti protein, vitamin A, vitamin C, zat besi, dan kalsium. Dengan membawakan bekal ke sekolah, Anda membantu anak untuk memenuhi kebutuhan zat gizi tersebut. Anda bisa mengkreasikan sendiri bekal untuk anak dengan menu yang menyehatkan dan lengkap zat gizi, terdiri dari:

  • Makanan sumber karbohidrat, misalnya nasi, mie, roti, roti gandum, pasta
  • Sayuran
  • Makanan sumber protein, misalnya daging, telur, ikan, ayam, kacang-kacangan (termasuk selai kacang), produk susu (keju atau yogurt)
  • Buah-buahan
  • Dan, jangan lupa untuk selalu membawakan air atau susu untuk anak

2. Membantu mengontrol asupan anak setiap harinya

Karena Anda mengkreasikan bekal anak sendiri, Anda dapat mengatur makanan apa saja yang harus dibawa dan dimakan anak sebagai bekalnya. Dengan cara seperti ini, Anda menjadi tahu makanan apa saja yang dimakan anak, sehingga Anda juga dapat mengontrol asupan makan anak, termasuk mengontrol asupan lemaknya. Secara tidak langsung, Anda juga dapat mencegah anak dari obesitas.

American Heart Association merekomendasikan anak untuk mendapatkan lemak sebesar 25-35% dari total kalorinya per hari, terutama jenis lemak tak jenuh ganda dan lemak tak jenuh tunggal. Lemak jenis ini bisa Anda dapatkan dari berbagai kacang-kacangan, ikan, dan minyak nabati. Sebaiknya, masukkan makanan ini dalam menu bekal anak Anda. Makanan ini dapat mendukung pertumbuhan anak, membantu memenuhi kebutuhan gizinya, dan juga sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung anak Anda.

Selain itu, juga bawakan bekal anak dengan makanan yang mengandung serat tinggi, seperti buah-buahan dan sayuran. Makanan ini dapat membuat anak kenyang lebih lama, sehingga dapat mencegah kenaikan berat badan yang tidak diinginkan pada anak.

3. Meningkatkan energi dan performa anak di kelas

Anak membutuhkan energi yang cukup untuk melakukan aktivitasnya di sekolah, terutama untuk belajar. Anak yang tidak makan siang ternyata lebih sulit untuk berkonsentrasi di sekolah. Selain itu, mereka juga mempunyai kemungkinan lebih besar untuk jajan makanan ringan yang tidak sehat dan juga tidak mengenyangkan. Oleh karena itu, bawakan bekal makanan untuk anak makan siang di sekolah, yang dapat menyediakan energi cukup bagi anak untuk melakukan seluruh aktivitasnya di sekolah maupun setelah pulang sekolah.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of School Health tahun 2008 melaporkan bahwa anak sekolah yang makan sayuran, buah-buahan, protein, dan sedikit kalori dari lemak mempunyai performa yang baik dalam tes aksara dibandingkan dengan anak yang mempunyai asupan lemak dan garam yang tinggi.

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *